
“ya, jadi ini masih salah…dibenerin lagi..bla..bla…” Pak Bagas, tidak berhenti bicara seakan tidak ada hari esok.
“Capek banget…sumpah gue pengen nempel di kasur sekarang juga”, dalam hati udah gak karuan, badan apa lagi. Berhari-hari belum istirahat. Penat. Tiba-tiba lihat Pak Bagas seperti slow motion, semua yang ada di ruangan itu bisu, kecuali satu suara yang asalnya mungkin dari ruangan sebelah Pak Bagas. Mengalun merdu murotal yang tiba-tiba menjadi pusat pendengaran saya…

fainnama’al ‘usri yusro.. innama’al ‘usri yusro…
sesungguhnya bersama dengan kesulitan, ada kemudahan.. bersama dengan kesulitan, ada kemudahan..
(Al-Insyirah : 6-7)
DEG! pas banget, di surat itu, ayat itu. hanya dengan dua ayat itu, Allah menjawab semuanya…
“Ya Allah, Astaghfirullahaladzim…” , dengan demikian, bersegeralah saya kembali ke dunia nyata.
Novel “Pemburu Rembulan” punya Shafira yang sudah sekian lama tergeletak itu akhirnya sempet dibaca juga. Saking suntuknya, penat, bosan, sakit, capek, kecewa - entah apa lagi- akhirnya…dengan perasaan campur aduk kebaca juga. Sampai akhirnya tibalah pada halaman 302..
” Akhi, dulu kita sangat bahagia menjadi bocah kecil. Kita masih imut-imut dan semua orang menggendong kita. Kita sangat menikmati masa itu. Tidak ada kesedihan. Tapi lambat laun, masa itu hilang dari kita. Kini kita sudah tumbuh dewasa, kita tak lagi digendong oleh siapa pun. Tak lagi seimut dulu. Bisa dibilang, kita tak lagi semenyenangkan dulu. Tapi, apakah Allah mengambil masa kecil kita untuk menyusahkan kita? Hanya untuk membebani kita? Ternyata tidak. Allah memeberi kita kesempatan untuk menjadi dewasa agar kita bisa menikmati lebih banyak pemberian dan anugerah-Nya. Agar kita punya kesempatan menjadi orang yang lebih baik, berguna, dan mengerti arti kehidupan ini. Bukankan kedewasaan adalah anugerah yang lebih baik dan mulia daripada selamanya menjadi anak-anak?
“Begitulah yang Allah berikan pada kita. Dia mengambil yang ada untuk menggantinya dengan yang lebih baik dari sebelumnya. Tak mungkin kita memakai sepatu kulit yang bagus sedangkan kita masih mengenakan sandal jepit butut. Semuanya, segala hal yang ada di dunia ini, bukankan semuanya akan menemui titik akhir? Menemui saat hilangnya. Dan kita akan berpisah, dengan apa pun atau siapapun. Tapi Allah selalu punya ganti yang lebih baik. Percayalah. Karena selepas kesusahan pasti ada kemudahan. Pasti ada.”
DEG! Allah menjawab lagi. Dan mungkin dengan sedikit sindiran, melalui dua paragraf singkat ini. Ada hening yang dalam…saya berhenti membacanya. Kemudian mengulangnya. Lagi dan lagi.
Sakit itu muncul lagi. Sakit dan sakit. Entah dari mana,yang jelas kepala ini sakit dan sakit. Selepas shalat maghrib, mengadu semuanya sama Yang Maha Kuasa.
Dan mukena itu basah.lagi.
Dan dua ayat itu terngiang-ngiang lagi.
Dan dua paragraf itu melintas kembali.
Astaghfirullahaladzim…
La tahzan innallaha ma’ana.
— Ketika menyadari bahwa setiap orang punya masalah dan semakin menyadari untuk tidak menambah-nambahi masalah orang lain —


Ini foto-foto ucapan ulang tahun dari Raga dan temen-temen TN alumni ASEC 2011(Silva,Esti,Ihsan,Eko) ada Puput sama Hafizhan juga. Ini difotoin dan dikirim lewat email karena belum bisa ketemu langsung (sedih banget ya) haha. but it’s ok, thank u so much guys :)))

ini dari…Hafizhan Abidin, alumni smpn 5 yogya ya? wah iya kita emang belum terlalu kenal (belom pernah ketemu malah) hehe, tapi gapapa, makasih banyak yaaaa :)

makasih puput, lucu deh warna warni, ada cupcake nya juga :)

ini silva kan? tau laaah…makasih ya silvaaaaa :) kamu juga semangat yaaah :D

makasih esti..aku tau artinya, aku kan ngerti bahasa sunda..hehe :p
amiiin amiiin :D

wah ihsan cinta Indonesia :’D makasih banyak ya saaaan.
ayok, ya kamunya ke jogja dulu makanya..hehe :p

makasih Eko…amiiin..iya,semangat HI UGM ! :D

Makasih sayang…semangat ya!kita ketemu di UGM, aaamiiin :D
Love u too :)
kapan-kapan main bareng yaaaa…miss u all guys :)